Cindai Coal Art adalah studio kerajinan unik di Kota Sawahlunto yang memanfaatkan batu bara bekas tambang sebagai bahan utama karya seni ukir. Didirikan oleh seorang seniman bernama Januri, usaha ini telah bergerak sejak awal 1990-an dan berkembang secara mandiri dengan belajar secara otodidak di bidang seni pahatan batu bara. Lokasinya berada di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pasar, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto. Januri menciptakan beragam bentuk seni mulai dari patung kecil, aksesori gantungan kunci, hingga tempat lilin (asbak), yang kini juga tersedia di beberapa marketplace.
Tekstur batu bara yang lunak memudahkan pengerjaan artistik, namun pewarnaan dan detail ukiran membutuhkan ketelitian tinggi karena warna hitam alami batu dapat menyembunyikan detail jika kurang presisi. Januri menawarkan beragam pilihan harga: asbak dihargai antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, sedangkan patung dengan ukiran mendetail bisa mencapai harga Rp1 juta hingga Rp4 juta, tergantung ukuran dan kompleksitas desain. Cindai Coal Art menjadi contoh cemerlang inovasi kreatif yang menghargai warisan tambang lokal dan menjadikannya sebagai media ekspresi seni yang bernilai tinggi.